KELOMPOK 5
NAMA : Harrison
M Abdul Aziz
M Ivan Ardiansyah
Muhammad Iqbal
Robbi Nurmiswari
Wanda Saputra
Berikut adalah Tabel Uji Pengamatan yang dilakukan pada tanggal 21 Januari 2014
(belum diupload , kuota low)
Kesimpulannya adalah
1. yang mengandung Lemak adalah Telur , Minyak Goreng dan Mentega
2. yang mengandung amilum adalah Nasi dan Tepung
3. yang mengandung Glukosa adalah Tahu , Tempe dan Gula Putih
4. yang mengandung protein adalah -
Blog Ini Merupakan Blog yang digunakan hanya semata - mata untuk Tugas Sekolah , Berisi tentang Pengetahuan Ilmiah , Terutama Biologi
Kamis, 30 Januari 2014
Selasa, 14 Januari 2014
TUGAS 4.3 : 5 kelainan dan penyakit pada sistem sirkulasi manusia

1. Kelainan / penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan :
a. Hemofilia, adalah penyakit menurun yang disebabkan darah sukar atau sulit mebebu jika tubuh terluka. Hal ini disebabkan pada darah yang tidak memiliki antihormon globulin.
b. Sicle cell anemia, adalah penyakit keturunan yang bentuk sel darah merahnya tidak normal ( sel darah merah membentuk bulan sabit ). Sicle cell anemia membuat kemampuan unuk mengikat O2 maupun CO2 menjadi berkurang.
c. Thalaremia, adalah penyakit akibat eritrosit bentuknya tidak beraturan yang memyebabkan kemampuan mengikat gas berkurang.
2. Kelainan / penyakit yang disebabkan oleh faktor bukam keturunan
a. Anemia, adalah penyakit kekurangan hemoglobin dalam eritrosit yang disebabkan kekurangan zat besi ( Fe ). Penyakit kekurangan eritrosit dalam darah karena dimakan kuman ( misalnya karena kasus penderita sakit cacing tambang ). Penyakit kekurangan cairan darah akibat kecelakaan yang banyak mengeluarkan darah.
b. Anemia pernisiosa ( anemia addison ), adalah suatu penyakit yang disebabkan ketidakmampuan menyerap vitamin B12.
c. Hipertensi ( tekanan darah tinggi ), yaitu tekanan darah seseorang diatas normal / melebihi normal.
d. Hipotensi ( tekanan darah rendah ), yaitu tekanan darah dibawah normal.
e. Erythroblastosis foetalis, adalah penyakit kuning pada bayi yang disebabkan oleh kerusakam sel-sel darah oleh antibodi rhesus ibu.
SUMBER : http://supeksa.wordpress.com/2010/10/26/kelainan-atau-penyakit-pada-sistem-peredaran-darah/
TUGAS 4.2 : Hubungan peredaran darah Terbuka dan Tertutup terhadap proses Fisiologis tubuh manusia
Peredaran Darah Jantung.
Peredaran jantung itu terdiri dari peredaran darah besar dan juga peredaran darah kecil. Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik (dari seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan melalui vena besar yang dikenal sebagai vena kava. Darah yang masuk ke atrium kanan berasal dari jaringan tubuh, telah diambil O2-nya dan ditambahi dengan CO2. Darah yang miskin akan oksigen tersebut mengalir dari atrium kanan melalui katup ke ventrikel kanan, yang memompanya keluar melalui arteri pulmonalis ke paru. Dengan demikian, sisi kanan jantung memompa darah yang miskin oksigen ke sirkulasi paru. Di dalam paru, darah akan kehilangan CO2-nya dan menyerap O2 segar sebelum dikembalikan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis.
Darah kaya oksigen yang kembali ke atrium kiri ini kemudian mengalir ke dalam ventrikel kiri, bilik pompa yang memompa atau mendorong darah ke semus sistim tubuh kecuali paru. Jadi, sisi kiri jantung memompa darah yang kaya akan O2 ke dalam sirkulasi sistemik. Arteri besar yang membawa darah menjauhi ventrikel kiri adalah aorta. Aorta bercabang menjadi arteri besar dan mendarahi berbagai jaringan tubuh.
SUMBER : http://www.safiyhati.com/2013/07/anatomi-fisiologi-jantung.html
TUGAS 4.1 : Hubungan Golongan Darah ABO terhadap proses Transfusi Darah Manusia

Golongan darah ditemukan oleh ahli Imunologi Dr. landsteiner dan Donath.
Golongan darah manusia dikelompokkan atas 4 macam (dikenal dengan sistem ABO) berdasarkan perbedaan antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin), yaitu:
1. Golongan darah A
Dalam eritrosit mengandung aglutinogen A dan dalam plasma mengandung aglutinin b
2. Golongan darah B
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen B dan dalam plasma terkandung aglutinin a
3. Golongan darah AB
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen A dan B, dalam plasma tidak terkandung aglutinin
4. Golongan darah O
Dalam eritrosit tidak terkandung aglutinogen, dalam plasma terkandung aglutinin a dan b
SUMBER : http://garda-pengetahuan.blogspot.com/2012/04/sistem-peredaran-darah-manusia.html
Senin, 09 Desember 2013
TUGAS 3 : Transpor Aktif
TRANSPOR AKTIF
Transpor aktif adalah pemompaan zat terlarut melintasi membran biologis, melawan konsentrasinya atau gradien elektrokimia. Kemampuan sel untuk mempertahankan zat kecil terlarut dalam sitoplasma pada konsentrasi lebih tinggi dari cairan sekitarnya merupakan faktor penting dalam kelangsungan hidup sel. Banyak sel-sel hewan, misalnya, menjaga konsentrasi natrium dan kalium yang sangat berbeda dibandingkan dengan lingkungan mereka. Transpor aktif memungkinkan sel-sel tidak hanya untuk mempertahankan tingkat zat terlarut yang layak, tetapi juga untuk memompa ion melintasi gradien elektrokimia. Proses ini menciptakan tegangan melintasi membran yang dapat dimanfaatkan untuk kekuatan. kerja selulerUntuk memahami transpor aktif, yang pertama harus memahami transpor pasif. Menurut hukum kedua termodinamika, tanpa masukan energi tambahan, partikel akan selalu bergerak dari suatu keadaan untuk melawan gangguan keadaan. Dalam kasus trafik selular, ini berarti bahwa zat terlarut kecil secara alami akan bergerak dari daerah yang konsentrasi tinggi lebih teratur ke daerah yang konsentrasi rendah kurang teratur. Hal ini dikenal sebagai difusi menuruni gradien konsentrasi. Transpor pasif adalah gerakan alami zat terlarut melintasi membran menuruni gradien konsentrasi.
Selama transpor aktif, sel harus bekerja melawan difusi alami zat terlarut. Untuk melakukan hal ini, protein transportasi khusus yang tertanam dalam membran sel. Didukung oleh adenosin trifosfat (ATP,) protein transpor selektif memindahkan zat terlarut tertentu masuk atau keluar dari sel. Sebuah cara yang umum kekuatan ATP kerja ini adalah untuk menyumbangkan gugus fosfat terminal dengan protein transportasi, memicu perubahan bentuk dalam molekul protein. Perubahan konformasi menyebabkan protein untuk memindahkan zat terlarut yang terikat ke permukaan ekstraseluler untuk interior sel dan melepaskan mereka.
Sebuah contoh dari jenis protein transpor aktif adalah pompa natrium-kalium. Kebanyakan sel-sel hewan terus konsentrasi yang lebih tinggi kalium, dan konsentrasi rendah natrium, dari apa yang ditemukan di lingkungan ekstraselular. Karena ion natrium membawa muatan positif dan ion kalium membawa muatan negatif, ketidakseimbangan ini tidak hanya merupakan gradien konsentrasi, tetapi juga gradien elektrokimia. Pompa natrium-kalium memindahkan tiga ion natrium keluar sel untuk setiap dua ion kalium yang mereka bawa ke dalamnya, sehingga muatan negatif bersih pada sel secara keseluruhan. Perbedaan muatan pada setiap sisi dari membran selular menciptakan tegangan - potensi membran - yang memungkinkan sel untuk bertindak sebagai baterai, dan bekerja seluler listrik.
Seperti disebutkan, transportasi yang paling aktif ini didukung oleh molekul ATP. Kadang-kadang, bagaimanapun, suatu zat terlarut dapat bergerak ke dalam sel dengan mengambil keuntungan dari difusi zat lainnya. Ketika zat menyebar pindah ke sel sepanjang gradien yang sebelumnya telah dibuat oleh transpor aktif, zat terlarut lainnya dapat mengikat mereka dan menyeberangi membran secara bersamaan. Dikenal sebagai transportasi sekunder atau co-transport, ini adalah bentuk lalu lintas membran yang bertanggung jawab untuk memindahkan sukrosa ke dalam sel tanaman, serta bergerak kalsium dan glukosa ke dalam sel-sel hewan.
SUMBER : http://smabiologi.blogspot.com/2013/08/pengertian-transpor-aktif-sel.html
TUGAS 2.1 : Hasil Praktikum Tentang Jaringan Tumbuhan Dan Perbandingannya Dengan Gambar Yang Benar
1. Jaringan Parenkim
Gambar yang benar
2.Jaringan Sklerenkim
Gambar yang benar
3.Jaringan Penutup Stomata
Gambar yang benar
Sumber : http://dnurningsih.blogspot.com/2012/04/jaringan-dasar-tumbuhan.html
Gambar yang benar
2.Jaringan Sklerenkim
Gambar yang benar
3.Jaringan Penutup Stomata
Gambar yang benar
Sumber : http://dnurningsih.blogspot.com/2012/04/jaringan-dasar-tumbuhan.html
Senin, 25 November 2013
TUGAS 2.3 : Prosedur Kultur Jaringan Kelapa Sawit untuk mendapatkan bibit yang baik
Kultur jaringan
Perbanyakan lain dapat dilakukan melalui proses kultur jaringan. Proses ini menggunakan pupus (daun muda) dari individu-individu hasil seleksi sebagai sumber ortet. Potongan pupus ditumbuhkan dalam rangkaian media, baik padat maupun cair, yang mengandung zat-zat yang merangsang pertumbuhan. Proses kultur jaringan ini memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar 18 bulan hingga diperoleh bibit kelapa sawit dalam bentuk planlet. Keunggulan dalam proses ini adalah bibit kelapa sawit yang dihasilkan memiliki pertumbuhan seragam dan tingkat produktivitas yang lebih tinggi.
sumber : http://esprito.wordpress.com/2012/09/12/
Perbanyakan lain dapat dilakukan melalui proses kultur jaringan. Proses ini menggunakan pupus (daun muda) dari individu-individu hasil seleksi sebagai sumber ortet. Potongan pupus ditumbuhkan dalam rangkaian media, baik padat maupun cair, yang mengandung zat-zat yang merangsang pertumbuhan. Proses kultur jaringan ini memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar 18 bulan hingga diperoleh bibit kelapa sawit dalam bentuk planlet. Keunggulan dalam proses ini adalah bibit kelapa sawit yang dihasilkan memiliki pertumbuhan seragam dan tingkat produktivitas yang lebih tinggi.
sumber : http://esprito.wordpress.com/2012/09/12/
Langganan:
Postingan (Atom)









