Selasa, 14 Januari 2014

TUGAS 4.2 : Hubungan peredaran darah Terbuka dan Tertutup terhadap proses Fisiologis tubuh manusia


Peredaran Darah Jantung.
Peredaran jantung itu terdiri dari peredaran darah besar dan juga peredaran darah kecil. Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik (dari seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan melalui vena besar yang dikenal sebagai vena kava. Darah yang masuk ke atrium kanan berasal dari jaringan tubuh, telah diambil O2-nya dan ditambahi dengan CO2. Darah yang miskin akan oksigen tersebut mengalir dari atrium kanan melalui katup ke ventrikel kanan, yang memompanya keluar melalui arteri pulmonalis ke paru. Dengan demikian, sisi kanan jantung memompa darah yang miskin oksigen ke sirkulasi paru. Di dalam paru, darah akan kehilangan CO2-nya dan menyerap O2 segar sebelum dikembalikan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis.

Darah kaya oksigen yang kembali ke atrium kiri ini kemudian mengalir ke dalam ventrikel kiri, bilik pompa yang memompa atau mendorong darah ke semus sistim tubuh kecuali paru. Jadi, sisi kiri jantung memompa darah yang kaya akan O2 ke dalam sirkulasi sistemik. Arteri besar yang membawa darah menjauhi ventrikel kiri adalah aorta. Aorta bercabang menjadi arteri besar dan mendarahi berbagai jaringan tubuh.
SUMBER : http://www.safiyhati.com/2013/07/anatomi-fisiologi-jantung.html

TUGAS 4.1 : Hubungan Golongan Darah ABO terhadap proses Transfusi Darah Manusia


Golongan darah ditemukan oleh ahli Imunologi Dr. landsteiner dan Donath.
Golongan darah manusia dikelompokkan atas 4 macam (dikenal dengan sistem ABO) berdasarkan perbedaan antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin), yaitu:
1. Golongan darah A
Dalam eritrosit mengandung aglutinogen A dan dalam plasma mengandung aglutinin b
2. Golongan darah B
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen B dan dalam plasma terkandung aglutinin a
3. Golongan darah AB
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen A dan B, dalam plasma tidak terkandung aglutinin
4. Golongan darah O
Dalam eritrosit tidak terkandung aglutinogen, dalam plasma terkandung aglutinin a dan b

SUMBER : http://garda-pengetahuan.blogspot.com/2012/04/sistem-peredaran-darah-manusia.html

Senin, 09 Desember 2013

TUGAS 3 : Transpor Aktif

TRANSPOR AKTIF
Transpor aktif adalah pemompaan zat terlarut melintasi membran biologis, melawan konsentrasinya atau gradien elektrokimia. Kemampuan sel untuk mempertahankan zat kecil terlarut dalam sitoplasma pada konsentrasi lebih tinggi dari cairan sekitarnya merupakan faktor penting dalam kelangsungan hidup sel. Banyak sel-sel hewan, misalnya, menjaga konsentrasi natrium dan kalium yang sangat berbeda dibandingkan dengan lingkungan mereka. Transpor aktif memungkinkan sel-sel tidak hanya untuk mempertahankan tingkat zat terlarut yang layak, tetapi juga untuk memompa ion melintasi gradien elektrokimia. Proses ini menciptakan tegangan melintasi membran yang dapat dimanfaatkan untuk kekuatan. kerja seluler

Untuk memahami transpor aktif, yang pertama harus memahami transpor pasif. Menurut hukum kedua termodinamika, tanpa masukan energi tambahan, partikel akan selalu bergerak dari suatu keadaan untuk melawan gangguan keadaan. Dalam kasus trafik selular, ini berarti bahwa zat terlarut kecil secara alami akan bergerak dari daerah yang konsentrasi tinggi lebih teratur ke daerah yang konsentrasi rendah kurang teratur. Hal ini dikenal sebagai difusi menuruni gradien konsentrasi. Transpor pasif adalah gerakan alami zat terlarut melintasi membran menuruni gradien konsentrasi.
Selama transpor aktif, sel harus bekerja melawan difusi alami zat terlarut. Untuk melakukan hal ini, protein transportasi khusus yang tertanam dalam membran sel. Didukung oleh adenosin trifosfat (ATP,) protein transpor selektif memindahkan zat terlarut tertentu masuk atau keluar dari sel. Sebuah cara yang umum kekuatan ATP kerja ini adalah untuk menyumbangkan gugus fosfat terminal dengan protein transportasi, memicu perubahan bentuk dalam molekul protein. Perubahan konformasi menyebabkan protein untuk memindahkan zat terlarut yang terikat ke permukaan ekstraseluler untuk interior sel dan melepaskan mereka.

Sebuah contoh dari jenis protein transpor aktif adalah pompa natrium-kalium. Kebanyakan sel-sel hewan terus konsentrasi yang lebih tinggi kalium, dan konsentrasi rendah natrium, dari apa yang ditemukan di lingkungan ekstraselular. Karena ion natrium membawa muatan positif dan ion kalium membawa muatan negatif, ketidakseimbangan ini tidak hanya merupakan gradien konsentrasi, tetapi juga gradien elektrokimia. Pompa natrium-kalium memindahkan tiga ion natrium keluar sel untuk setiap dua ion kalium yang mereka bawa ke dalamnya, sehingga muatan negatif bersih pada sel secara keseluruhan. Perbedaan muatan pada setiap sisi dari membran selular menciptakan tegangan - potensi membran - yang memungkinkan sel untuk bertindak sebagai baterai, dan bekerja seluler listrik.

Seperti disebutkan, transportasi yang paling aktif ini didukung oleh molekul ATP. Kadang-kadang, bagaimanapun, suatu zat terlarut dapat bergerak ke dalam sel dengan mengambil keuntungan dari difusi zat lainnya. Ketika zat menyebar pindah ke sel sepanjang gradien yang sebelumnya telah dibuat oleh transpor aktif, zat terlarut lainnya dapat mengikat mereka dan menyeberangi membran secara bersamaan. Dikenal sebagai transportasi sekunder atau co-transport, ini adalah bentuk lalu lintas membran yang bertanggung jawab untuk memindahkan sukrosa ke dalam sel tanaman, serta bergerak kalsium dan glukosa ke dalam sel-sel hewan.

SUMBER : http://smabiologi.blogspot.com/2013/08/pengertian-transpor-aktif-sel.html


TUGAS 2.1 : Hasil Praktikum Tentang Jaringan Tumbuhan Dan Perbandingannya Dengan Gambar Yang Benar

1. Jaringan Parenkim

Gambar yang benar
2.Jaringan Sklerenkim
Gambar yang benar
3.Jaringan Penutup Stomata
Gambar yang benar
Sumber : http://dnurningsih.blogspot.com/2012/04/jaringan-dasar-tumbuhan.html



Senin, 25 November 2013

TUGAS 2.3 : Prosedur Kultur Jaringan Kelapa Sawit untuk mendapatkan bibit yang baik

Kultur jaringan
Perbanyakan lain dapat dilakukan melalui proses kultur jaringan. Proses ini menggunakan pupus (daun muda) dari individu-individu hasil seleksi sebagai sumber ortet. Potongan pupus ditumbuhkan dalam rangkaian media, baik padat maupun cair, yang mengandung zat-zat yang merangsang pertumbuhan. Proses kultur jaringan ini memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar 18 bulan hingga diperoleh bibit kelapa sawit dalam bentuk planlet. Keunggulan dalam proses ini adalah bibit kelapa sawit yang dihasilkan memiliki pertumbuhan seragam dan tingkat produktivitas yang lebih tinggi.
sumber : http://esprito.wordpress.com/2012/09/12/

TUGAS 2.2 : Jaringan Xilem



Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada 2 macam jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu.

Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman, bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
Xilem ada 2 macam: trakea dan trakeid.
Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut,
- Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang
- Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing
- Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan Kristal

TUGAS 1.3 : Penemuan Sel oleh beberapa Ilmuwan

 
 1.Gambar diatas merupakan sel yang ditemukan oleh Robert Hooke
2. ini adalah sel yang ditemukan oleh Robert Brown

3.ini adalah perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan yang ditemukan oleh schleiden dan schwann

Pada faktanya, sejarah penemuan sel tak akan pernah lepas dari keberadaan mikroskop. Sebab, dengan ditemukannya alat tersebut, bentuk sel di dalam organisme bisa terlihat dengan jelas. Mikroskop sendiri ditemukan kira-kira pada akhir abad ke-16. Alat dengan dua lensa ini kemudian mengalami perkembangan yang sangat pesat di beberapa Negara yakni Belanda, Inggris juga Italia. Sampai pada pertengahan abad ke 17, mikroskop mengalami perbaikan yang cukup signifikan sehingga perbesaran objeknya mencapai 30 kali lipat! Kemudian seorang ilmuan berkebangsaan Inggris bernama Robert Hooke (1635 – 1703) menyempurnakan mikroskop dengan menciptakan sifat majemuk sehingga ia mempunyai sumber cahayanya sendiri. Hal tersebut kemudian memudahkan penggunaan mikroskop di kemudian hari.
Inovasi Robert Hooke berlanjut dengan kegiatannya yang mengamati potongan kecil gabus dengan mikroskop. Ia kemudian menemukan fakta bahwa gabus tersebut memiliki bilik-bilik atau rongga kecil yang ia namakan cell, sebab Hooke melihatnya serupa dengan bilik atau kamar di biara juga penjara. Boleh dikata, sejarah penemuan sel dibuka oleh Robert Hooke yang kemudian secara estafet dilanjutkan penelitiannya oleh ilmuan lainnya. Meski demikian, sebenarnya pada masa yang sama, seorang saudagar kain dari Belanda bernama Antony Val Leeuwenhoek membuat mikroskop versinya sendiri. Kemudian ia mulai menggunakan alat tersebut untuk mengamati banyak objek. Dengan kegiatannya tersebut, ia kabarnya berhasil melihat sel darah merah, protozoa, bakteri juga spermatozoid. Lebih lanjut, saudagar kain ini mengirimkan surat atau semacam laporan kepada sebuah organisasi ilmiah di Inggris bernama Royal Society. Ia mengabarkan hal menakjubkan yang ia temukan. Salah satunya adalah benda-benda bergerak dalam air liur yang sebenarnya merupakan bakteri.

Berlanjut pada tahun berikutnya, ilmuan bernama Schleiden dan T. Schwann mulai mengamati sel-sel jaringan tumbuhan juga hewan. Schleiden sendiri mengamati sel pada tumbuhan. Ia mendapatkan fakta bahwa terdapat banyak sel yang menjadi penyusun tubuh tanaman. Kemudian ia mengemukakan kesimpulannya bahwa bagian terkecil dari tumbuhan adalah apa yang disebut dengan sel. Di lain pihak, ilmuan T. Schwann juga mengadakan penelitian lebih lanjut dengan bagian tubuh hewan. Ia juga menemukan hal yang sama, dan menyimpulkan bahwa bagian paling kecil dari hewan adalah sel. Hal tersebut diterima oleh beberapa ilmuan. Sampai pada akhirnya fakta baru diketemukan oleh Robert Brown di tahun 1831. Ia meneliti sel pada tanaman angrek dan menemukan benda kecil yang terlihat mengapung di dalam sel. Selanjutnya, benda mengapung tersebut ia namakan dengan inti sel atau yang biasa disebut nucleus. Inti sel ini memegang peranan yang penting di dalam sel sebab ia menjadi pusat pengatur segala aktiftas sel. 

Sejalan dengan penemuan Brown, dua ilmuan yakni Johanner Purkinye juga Felix Durjadin di tahun 1935 kembali mengadakan penelitian lebih lanjut terhadap struktur sel. Mereka menjumpai cairan di dalam sel yang kemudian dikenal dengan nama protoplasma. Hasil penelitian ini kemudian disempurnakan oleh Maz Schultze yang tiba pada kesimpulan bahwa cairan protoplasma tersebut merupakan hal paling mendasar dari kehidupan organisme dan tempat paling inti dimana proses hidup berlangsung.

Sejarah penemuan sel ini menandai lahirnya teori-teori baru dalam ilmu biologi, antara lain:
  1. Sel adalah unit struktural dari makhluk hidup
  2. Sel adalah unit fungsional dari makhluk hidup.
  3. Sel adalah unit reproduksi dari makhluk hidup.
  4. Sel juga merupakan unit hereditas dari makhluk hidup 
sumber : http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/mari-belajar-sejarah-penemuan-sel.html